|

21 Hari 13 Perupa Bangun Monumen Marinir Dan Nelayan

66870_801404033301923_547568096954081713_n

PESAWARAN- 21 hari 13 perupa bangun monumen Marinir dan Nelayan di kawasan wisata Marines Eco Park dan dikerjakan bersama secara bergotong royong oleh para marinir. Kasal laksamana TNI Ade Supiandi SE berada langsung dilokasi untuk membubuhkan tanda telapak tangan didampingi Dandbrigif 3 Piabung Kol Marinir Werijon, 10/01/2016.

Para seniman kreator monumen tersebut adalah Bli Ukir, Insan, Wandi, Made, Nyoman, Hendra, Sarim, Arif, Garda Arudana, I Wayan Gambar, Tanto, Mery, Dana E Rachmat. Ukuran monumen tersebut tinggi mencapai 8m. Sementara itu disekitar Monumen tersebut sudah terdapat fasilitas pendukung antara lain foodcourt, galery seni, coffeshoop, karaoke, diving snorkel sport center. juga cottage yang masih di konsep.

Menunjuk ke galery perupa, terpampang 30 lukisan dan sketsa hitam putih yang dipamerkan di galery dalam bentuk roadshow sang maestro lukis Dana E Rachmat. Dikediaman sang perupa, rumah gunung Dana E Rachmat yang akrab dipanggil KD mengatakan bahwa Monumen tersebut lambangkan refleksi semangat dan keiklasan, dengan tidak realis tapi surelis juga memiliki roh. Monumen ini dimaksudkan sebagai lambang kepedulian Korps Marinir TNI AL dalam rangka pemberdayaan masyarakat pesisir khususnya nelayan di wilayah Lampung.

Pihak pengelola Marines Eco Park akan melakukan pengaturan agar nantinya Marines Eco Park menjadi destinasi wisata satu-satunya di Indonesia milik institusi TNI bukan milik pemerintah, mungkin di dunia, yang memiliki tujuan mengangkat nilai ekonomi masyarakat,” tutur Kol Werijo. Taman rekreasi di Pantai Lembing, Piabung, Pesawaran ini berdekatan dengan Pulau Caligi dan Pulau Kelagian dengan luas sekitar 10 hektare. Gagasan berdirinya oleh Dan Brigif- 3 Mar, Kolonel Mar Werijon. (CN)

Leave a Reply

WordPress����

_____