|

Sejarah dan Asal Usul Keduk Beji Desa Tawun

IMG_20160510_095557Setelah pemekaran wilayah kecamatan, sejak tahun 2011 Desa Tawun masuk Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi, yang sebelumnya masuk wilayah Kecamatan Padas. Desa Tawun juga memiliki obyek wisata yang merupakan salah satu ikon wisata di Bumi Orek Orek Ngawi. (KLIK DI SINI)

Dan berikut sejarah sekilas terbentuknya Desa Tawun yang kondang dengan acara adat Ritual Keduk Beji Sendang Tawun (Sumber : Suriyawan Mantan Kepala Desa Tawun).

Pada abad ke-15 di daerah Padas, seorang pengembara bernama Ki Ageng Metawun menemukan sebuah sendang, yang hingga sekarang sendang tersebut dinamakan SENDANG TAWUN.

Ki Ageng Metawun dikaruniai dua orang anak laki-laki bernama Raden Lodrojoyo dan Raden Hascaryo.

Raden Hascaryo mendalami ilmu ketatanegaraan dan mengabdi di Kesultanan Pajang. Sementara Raden Lodrojoyo mendalami ilmu pertanian.

Pada hari Kamis Kliwon Raden Lodrojoyo melakukan semedi MATIRTO LODRO berendam di Sendang Tawun agar diberi sumber air yang cukup untuk pertanian.

Lima hari kemudian tepatnya hari Selasa Kliwon Raden Lodrojoyo hilang dari persemediannya. Akhirnya Ki Ageng Metawun beserta masyarakat menguras sendang untuk mencari Raden Lodrojoyo.

Setelah air sendang tersebut dikuras sampai bersih, keberadaan Raden Lodrojoyo tetap tidak ditemukan.

Sehingga untuk mengenang dan menghormati pengorbanan Raden Lodrojoyo, setahun sekali warga setempat selalu mengadakan tradisi adat secara turun-temurun atau yang dikenal Keduk Beji.

Demikian sekilas sejarah Keduk Beji Desa Tawun, dan hingga sekarang setiap hari Selasa Kliwon di Bulan Sya’ban (Bulan Hijriyah) setahun sekali. Yang tahun 2016 ini upacara adat dilaksanakan pada tanggal 10 Mei. (mit@infongawi.com)  

Tags:

Leave a Reply

Weboy

_____